10 Perbedaan Bengkel Mobil Matic Spesialis, Resmi dan Umum

0

Mana yang lebih baik, memperbaiki mobil matic dan transmisi otomatis di bengkel spesialis, resmi (ATPM), atau umum?

Pertanyaan ini sering diajukan oleh para pemilik mobil matic di seluruh pelosok Indonesia. Mulanya saya enggan menjawab pertanyaan semacam itu, apalagi untuk mengulasnya lebih detail dalam artikel.

Alasan utamanya karena itu menyangkut bidang usaha dan “periuk nasi” orang lain. Sehingga tidak etis bagi saya untuk mengomentari atau menilai pekerjaan bengkel lain.

Meski begitu, pertanyaan bernada sama dalam berbagai kesempatan terus saja diajukan ke saya. Sehingga saya berkesimpulan perlu untuk menjawab atau mengulasnya, sekadar memberikan pemahaman yang benar dan lebih utuh kepada para pengguna atau pemilik mobil matic di Tanah Air.

Ulasan saya tentu tidak akan terlalu jauh menilai “rumah tangga dan dapur” orang lain. Apalagi untuk menilai baik-buruknya pekerjaan bengkel lain.

Saya hanya akan menjelaskan perbedaan mendasar antara bengkel spesialis, resmi (ATPM) dan umum; menunjukkan fakta-fakta untuk memperkuat argumentasi; dan juga sedikit bingkai ekonomi mikro dan makro, sekadar untuk memberi pengetahuan/edukasi kepada pengguna/pemilik mobil matic sebelum menentukan pilihan mobil maticnya akan diperbaiki di mana bila mengalami masalah.

Pengetahuan ini penting diberikan mengingat konsumen Indonesia yang sebagian masih suka latah (ikut-ikutan) dalam menentukan pilihan bengkel mobil matic, mudah dibodohi dan ditakut-takuti, mudah khawatir, mudah dihasut, mudah percaya penjelasan orang lain sekalipun tidak tahu kebenarannya, mudah “tertipu” kemasan/merek, dan umumnya kurang mendapatkan pengetahuan yang benar dari berbagai literatur yang teruji (bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan rasional) dan bukan asal ngomong/nulis.

Mari kita urai satu per satu perbedaan mendasar bengkel spesialis, resmi (ATPM), dan bengkel umum mobil matic di Indonesia.

1. Status Bengkel
Dilihat dari namanya yaitu bengkel spesialis, “resmi” (ATPM), dan umum, jelas secara tidak langsung menggambarkan status dari masing-masing bengkel.

“Bengkel resmi” boleh dibilang bengkel yang memiliki hubungan khusus atau resmi dengan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek), baik dalam kerjasama penjualan mobil, sparepart maupun layanan jasa.

Istilah “Resmi” pada “Bengkel Resmi” sama sekali tidak terkait aspek legal, atau yang berhubungan dengan sistem perundang-undangan kita. Konteks “Resmi” di sini karena terkait kerjasama bisnis dengan ATPM. Hanya itu!

Bila merujuk pada UU, semua bengkel mobil baik yang spesialis, resmi, atau umum, sepanjang memenuhi persyaratan dalam UU, semua masuk kategori usaha jasa bengkel yang resmi atau legal, yang sah di mata hukum dan menurut UU yang berlaku di Indonesia.

Lalu, apa itu ATPM? ATPM atau Agen Tunggal Pemegang Merek merupakan perusahaan pemegang tunggal merek dagang mobil di Indonesia. Misalnya, merek Toyota, Nissan, Suzuki, Mitsubishi dll.

Perusahaan ATPM ibarat distributor, yang menyalurkan atau menjualkan mobil produksi negara lain atau produk dalam negeri di wilayah Indonesia. Perannya tidak lebih dari distributor, atau penyalur.

Dalam sejarahnya, produsen mobil seperti Toyota, Nissan, Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, BMW, Mercedes Benz, Ford, Chevrolet dan banyak merek mobil lain di dunia, dibuat dan diproduksi di negara lain. Mereka butuh menjual mobil ke Indonesia.

Para ATPM inilah yang mengimpor mobil-mobil itu, baik secara utuh maupun per bagian, lalu dijual atau dirakit dulu lalu dijual ke konsumen di Indonesia.

Selain merakit dan/atau menjual mobil, perusahaan ATPM ini juga melayani jasa perbaikan mobil sebagai bentuk layanan purna jual yang baik pada konsumen, agar konsumen mendapat jaminan perawatan mobilnya.

Dalam perkembangannya, ATPM bekerjasama dengan pihak lain (baik yang masih terkait hubungan saudara atau tidak) untuk menjual atau memperbaiki mobil yang mereka dapatkan secara impor utuh atau komponennya, atau yang diproduksi di Indonesia.

Bengkel mobil yang berada dalam jaringan usaha ATPM baik secara langsung atau tidak ini yang kemudian melabeli/menjuluki bengkelnya sendiri, atau mendapat label dari konsumen sebagai “Bengkel Resmi”.

Apakah dengan label resmi pada bengkel ATPM, menjamin kualitas perbaikan mobil matic di bengkel resmi lebih baik daripada bengkel spesialis atau umum? Jawabannya belum tentu!

Karena perbaikan mobil matic tidak bergantung pada hubungan bengkel dengan ATPM, tapi pada kemampuan diagnosa teknisi ahli dan perbaikan oleh mekanik masing-masing bengkel.

Sekalipun bengkel resmi, bila kapasitas teknisi ahli dan mekaniknya rendah, sudah pasti tidak akan mampu memperbaiki mobil matic dengan baik. Kegagalan dalam perbaikan bisa saja terjadi. Banyak contoh kasus.

Bagaimana dengan status bengkel spesialis atau umum?

Bengkel spesialis dan bengkel umum merupakan bengkel yang didirikan secara mandiri. Tidak terkait dengan ATPM. Murni lahir dari niatan untuk memberikan layanan perawatan dan perbaikan mobil matic.

Orang yang berani mendirikan bengkel spesialis, menguasai teknis perawatan dan perbaikan mobil matic yang lebih baik dibanding bengkel umum dan bengkel resmi. Lebih dari sekadar bisa. Tanpa punya kompetensi yang mumpuni, bengkel spesialis tidak bisa berkembang baik.

2. Pemodal
Sudah dijelaskan di atas bahwa bengkel resmi memiliki kaitan bisnis secara langsung dengan ATPM. Usaha bengkel hanya satu unit usaha untuk melengkapi usaha penjualan mobil dan suku cadang.

Karena pengusaha bengkel resmi sekaligus memiliki usaha penjualan mobil (showroom) dan suku cadang, sudah bisa ditebak kalau pemilik usaha bengkel resmi punya duit banyak, alias pemodal besar.

Butuh puluhan, mungkin juga ratusan miliar rupiah untuk investasi satu unit showroom lengkap dengan penjualan suku cadang dan jasa bengkel.

Berbeda dengan bengkel resmi, bengkel spesialis dan umum secara umum pengusahanya skala kecil (UMKM), yang hanya butuh modal jutaan hingga puluhan juta. Jarang yang sampai ratusan juta.

Meski usaha skala kecil, kualitas pekerjaan dalam perbaikan mobil matic dan transmisi otomatis di bengkel spesialis bisa setara, bahkan bisa lebih baik dari bengkel resmi. Meski secara umum, karena keterbatasan alat dan tempat, dari segi pelayanan dan fasilitas bengkel belum tentu sebagus bengkel resmi.

Soal bengkel spesialis, resmi dan umum, acap kali muncul guyonan (candaan): buat Anda yang gemar bicara soal kesenjangan sosial, keadilan ekonomi, pemerataan pembangunan, merasa peduli dengan orang kecil, bicara tentang ketimpangan gini ratio dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kesetaraan hidup berbangsa; lalu Anda memperbaiki mobil Anda di bengkel milik pemodal besar dan mengabaikan bengkel spesialis dan umum, sama artinya Anda tengah berpidato tentang penyelamatan lingkungan di atas tonggak kayu.

Tentu saja itu hanya guyonan sarkatis saja. Keputusan memilih bengkel untuk perbaikan mobil matic Anda, baik bengkel spesialis, resmi atau umum sepenuhnya ada di tangan Anda.

3. SOP
Bengkel resmi atau ATPM umumnya memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh perusahaan. Para mekanik bekerja sesuai SOP dan dalam pengawasan supervisor.

SOP diperlukan karena kendali kontrol atas pekerjaan mekanik tidak bisa sepenuhnya dijalankan oleh owner. Dengan SOP ada standar baku perbaikan mobil matic.

Meski begitu bukan berarti dengan adanya SOP, perbaikan mobil matic selalu berhasil dilakukan dengan baik. Karena berhasil atau tidaknya perbaikan mobil matic dan transmisi otomatis tergantung pada kapasitas teknisi ahli dan mekanik. Tidak bergantung pada cara memperbaiki, tapi ketepatan dalam diagnosa dan perbaikan.

Pada bengkel umum, SOP yang formal umumnya tidak ada. Meski begitu mereka punya “kebiasaan” sendiri dalam perbaikan mobil yang diterapkan.

Bagaimana dengan bengkel spesialis? Umumnya bengkel spesialis bekerja dengan passion. Anda tidak akan mampu menguasai teknis perbaikan mobil matic dan transmisi otomatis sampai pada level mahir tanpa punya passion di sana.

Passion merupakan keunggulan dari bengkel spesialis mobil matic dan transmisi otomatis. Passion lebih dari sekadar SOP, karena passion lahir dari dalam hati, bukan dari sederet aturan.

Pada beberapa bengkel spesialis, selain mengutamakan passion, juga ada SOP yang diterapkan dalam perbaikan mobil matic dan transmisi otomatis. Satu di antaranya di worner MATIC – Bengkel Spesialis Mobil Matic dan Transmisi Otomatis di selatan Jakarta dan Bekasi.

4. Alat
Peralatan bengkel di bengkel resmi tentu lebih lengkap dibanding bengkel umum, tapi peralatan di bengkel spesialis untuk perbaikan unit atau komponen tertentu pada mobil matic lebih lengkap dibanding bengkel resmi maupun umum.

Bengkel spesialis mempunya alat-alat yang lengkap untuk mendukung kerja spesialisnya, yang belum tentu dimiliki oleh bengkel resmi dan umum.

Karena bengkel spesialis mendedikasikan perbaikan mobil tertentu atau bagian tertentu saja, yang sudah sangat dikuasai.

5. Kapasitas Teknisi Ahli & Mekanik
Kapasitas atau kemampuan teknisi ahli dan mekanik di bengkel resmi boleh jadi sama dalam memperbaiki mobil, lebih tinggi atau mungkin juga lebih rendah dibanding bengkel umum. Tergantung pada kemauan teknisi ahli dan mekaniknya untuk belajar.

Namun, kapasitas dan kemampuan teknisi ahli dan mekanik bengkel spesialis sudah pasti lebih baik dibanding teknisi ahli dan mekanik di bengkel resmi/ATPM atau bengkel umum.

Dalilnya sederhana. Pertama, karena teknisi ahli dan mekanik bengkel spesialis khusus mendedikasikan segenap pengetahuan dan kemampuannya pada jenis mobil atau bagian mobil tertentu saja yang dilakukan setiap saat, setiap hari sepanjang hidupnya.

Kedua, kalau teknisi ahli dan mekanik bengkel resmi punya kapasitas dan kemampuan yang baik, secara naluriah dia akan meninggalkan pekerjaan di bengkel resmi dan akan membuka bengkel sendiri. Meski begitu, keterbatasan modal terkadang menjadi kendala.

6. Sparepart
Komponen atau sparepart yang dipakai untuk penggantian di bengkel resmi/ATPM, umum, dan spesialis pada prinsipnya sama.

Bengkel resmi selalu menggunakan sparepart asli/OEM untuk mendukung unit penjualan dan produksi sparepart mereka. Mereka tidak mau menggunakan sparepart KW/aftermarket. Karena penjualan sparepart bagian dari bisnis bengkel resmi.

Bengkel umum bisa menggunakan sparepart asli maupun KW, tergantung permintaan konsumen. Kalau konsumen minta diganti sparepart asli, diberi yang asli, begitu pula kalau minta sparepart KW.

Di bengkel spesialis, penggunaan sparepart asli. Namun dalam beberapa kasus disesuaikan dengan permintaan konsumen, tergantung kebutuhan dan isi kantong konsumen. Kalau konsumen minta ganti asli, diberi yang asli. Minta yang KW diberikan KW.

Bagaimana dengan harga sparepart? Harga sparepart di bengkel resmi secara umum lebih mahal dibanding sparepart yang disediakan bengkel umum atau spesialis, maupun yang beli dari toko atau distributor, dengan standar kualitas sparepart yang sama-sama asli/OEM.

Lebih mahalnya harga sparepart di bengkel resmi untuk menutup biaya operasional yang besar, gaji pegawai yang lebih banyak dan sesuai bidang, serta biaya lembur dan sebagainya. Belum lagi kewajiban PPN. Bandingkan saja harga sparepart asli/OEM dengan harga jual di toko atau distributor sparepart.

Dalam beberapa kasus, untuk komponen tertentu mobil matic, harga sparepart di bengkel resmi bisa Rp 200.000 – Rp 500.000 per unit lebih mahal dibanding harga sparepart di distributor atau toko sparepart.

7. Biaya Jasa
Struktur biaya perbaikan mobil matic di bengkel resmi, berbeda dengan bengkel umum atau spesialis. Di bengkel resmi ongkos perbaikannya jauh lebih mahal, bisa satu atau dua kali lipat lebih mahal dibanding bengkel spesialis dan umum, karena kebutuhan biaya operasionalnya yang juga besar. Juga modal usaha yang dikeluarkan jauh lebih besar.

Misalnya, gaji karyawan minimal sesuai UMR. Berbeda dengan bengkel umum atau spesialis yang gaji karyawan terkadang sesuai kesepakatan.

Belum lagi tambahan pajak atas pekerjaan jasa di bengkel resmi. Di bengkel umum atau spesialis, karena statusnya UMKM, selama pendapatan atau omset belum mencapai Rp 4,8 miliar per tahun, pengenaan pajak hanya 1 persen dari omset. Dengan begitu biaya perbaikan yang dibebankan ke konsumen juga lebih rendah.

8. Garansi
Garansi perbaikan mobil matic diberikan baik di bengkel resmi maupun spesialis, untuk jenis perbaikan dan penggantian komponen tertentu. Di bengkel umum, umumnya tidak mengenal garansi, meski ada juga yang memberlakukan.

Lama atau singkatnya masa berlaku garansi berbeda antar bengkel spesialis, maupun antar bengkel resmi dan antara bengkel spesialis dan resmi. Konsumen tinggal memilih mana yang sesuai. Tentunya garansi terkait erat dengan biaya jasa perbaikan dan penggantian komponen.

Biaya jasa dan harga komponen yang lebih mahal, umumnya berbanding lurus dengan lama masa garansi yang diberikan.

9. Layanan Purna Jasa
Layanan pasca perbaikan mobil matic berbeda satu dengan yang lain. Umumnya di bengkel resmi maupun spesialis ada layanan purna jasa, seperti fasilitas pemberian garansi maupun penanganan lain bila terjadi masalah di jalan.

Bentuk layanan beragam. Mulai dari konsultasi, sampai penjemputan mobil bila terjadi mogok di jalan. Tapi bergantung dari kebijakan masing-masing bengkel.

Untuk bengkel umum, sebagian ada. Namun mayoritas tidak ada.

10. Fasilitas Tambahan
Fasilitas tambahan seperti ruang cafe atau mini bar atau ruang tunggu yang nyaman tentu ada di bengkel resmi. Umumnya di bengkel umum atau spesialis, fasilitas tambahan seadanya, bahkan terkadang tidak ada.

Namun begitu, interaksi antara konsumen dengan teknisi ahli, mekanik dan owner bisa terjalin baik. Segala keluhan mobil bisa langsung disampaikan pada teknisi ahlinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here