Overdrive, Mekanisme Kerja dan Fungsi

0

Overdrive (OD) adalah istilah dalam kamus transmisi otomatis, untuk menyebut satu set gir tambahan. OD diperkenalkan pertama pada 1930-an, ketika industri mobil menjual mobil dengan transmisi tiga percepatan. Dengan OD penjualan mobil saat itu melesat. Laju mobil makin kencang.

Dalam dunia otomotif, istilah OD juga mendefinisikan suatu kondisi rasio gir tertentu, di mana diameter gir atau jumlah gigi gir penggerak (drive gear) lebih besar atau lebih banyak dari gir yang digerakkan (driven gear). Efeknya peningkatan kecepatan terjadi dengan tenaga yang berkurang.

Ketika gir penggerak diameternya lebih besar atau jumlah giginya lebih banyak dibanding gir yang digerakkan, akan menghasilkan OD pada output shaft-nya. Sebaliknya bila gir penggerak lebih kecil dibanding driven gear, menghasilkan gear reduction.

Setelah menyimak ulasan di atas, setidaknya sekarang Anda tahu dalam dunia transmisi otomatis, istilah OD sebenarnya merujuk dua hal: 1). untuk menyebut suatu kondisi rasio gir tertentu, dan 2). untuk menyebut adanya satu set gir tambahan.

Aplikasi OD

Pada beberapa mobil matic pengoperasian OD biasanya oleh sebuah Tombol/Switch ON/OFF yang berada di batang tuas pemindah gigi transmisi otomatis. Pada beberapa jenis mobil matic lainnya, pengoperasian OD dilakukan cukup dengan memosisikan tuas pemindah gigi matic ke simbol angka 3 (P R N D-3 2 L).

Kinerja OD apakah sedang aktif atau tidak, ditunjukkan oleh nyala lampu indikator OD pada panel instrumen. Ketika kita menekan Tombol OD pada batang tuas pemindah gigi mobil matic, biasanya lampu indikator OD/OFF pada panel instrumen menyala.

Nyala lampu indikator OD/OFF menunjukkan kalau OD sedang tidak aktif. Kalau OD tidak aktif, pada mobil bertransmisi otomatis atau mobil matic 4 tingkat percepatan, itu berarti perpindahan gigi otomatis dibatasi maksimal pada gigi 3. Dengan kata lain sekalipun pedal gas ditekan terus, percepatan mobil tertahan di gigi 3 dan tidak bisa berpindah secara otomatis ke gigi 4.

Di atas disebutkan, pengoperasian OD melalui Tombol OD yang ada di batang tuas pemindah gigi atau dengan menggeser tuas ke posisi 3. Masing-masing produsen transmisi otomatis/mobil matic punya selera sendiri.

Normalnya Tombol/Switch OD dalam kondisi OFF atau tidak meneruskan aliran listrik. Pada saat OFF, Tombol OD memberi sinyal pada Transmission Control Unit (TCU) untuk tidak mengaktifkan OD.

Sebaliknya ketika Tombol OD diaktifkan atau mengalirkan arus listrik karena switch berada pada posisi ON (Switch ON), memberi sinyal pada TCU untuk mengaktifkan fungsi OD. Ketika OD diaktifkan, TCU memberitahukan pada pengemudi bahwa OD sedang aktif.

Informasi yang diberikan TCU pada pengemudi bahwa OD sedang aktif, adalah dengan menyalakan lampu indikator OD/OFF pada panel instrumen. Pada saat itu TCU memberi tahu pengemudi kalau laju percepatan mobil matic sedang dibatasi maksimal pada gigi 3.

Singkatnya kalau OD aktif, lampu indikator OD/OFF di panel instrumen tidak menyala. Sebaliknya kalau OD tidak aktif (percepatan maksimal di batasi di gigi 3), lampu indikator OD/OFF di panel instrumen menyala.

Fasilitas OD

Fasilitas Tombol OD tidak terdapat pada semua mobil matic. Umumnya Tombol OD terdapat pada transmisi otomatis yang gearbox-nya berbasis planetary gear set (Step AT atau AT). Pada transmisi otomatis ini, perpindahan percepatan berlangsung secara bertingkat karena ada tingkatan rasio gigi pada gearbox-nya.

Beberapa produsen transmisi otomatis menyebut transmisi dengan perpindahan percepatan bertingkat ini dengan istilah transmisi otomatis jenis Step AT. Sebagian lainnya mengenal atau menyebutnya dengan istilah AT. Tidak ada embel-embel “step” di depan AT, sekalipun yang dimaksudkan sama. Istilah AT/Step AT pada transmisi otomatis sekadar membedakan dari transmisi otomatis non planetary gear set, seperti jenis CVT (Continuously Variable Transmission).

Pada transmisi otomatis jenis AT yang sudah mengadopsi sistem kontrol transmisi berbasis komputer, umumnya sudah ada fasilitas Tombol OD/posisi tuas di 3. Untuk transmisi otomatis non elektronik, umumnya belum ada fasilitas Tombol OD, sekalipun penambahan satu set planetary gear (overdrive) sudah dilakukan.

Pada mobil matic dengan transmisi otomatis jenis CVT tidak ada Tombol OD. Tapi bukan berarti transmisi otomatis CVT tidak menghasilkan rasio gir overdrive. Rasio “gir” mobil matic jenis CVT yang “gearboxnya” berupa dua pulley yang dihubungkan oleh sabuk baja juga menghasilkan rasio gir overdrive. Yaitu pada saat diameter pulley primer lebih besar dari pulley sekunder.

Adapun pada beberapa jenis transmisi otomatis AT dengan sistem kontrol elektronis, tidak semua fasilitas OD berupa Tombol OD. Beberapa produsen mobil/transmisi otomatis mengganti peran Tombol OD dengan simbol angka “3” di samping tuas pemindah gigi. Contoh: P R N D-3 2 L.

Lebih jelasnya, pada mobil matic dengan fasilitas OD dalam bentuk tombol, pilihan pengoperasian transmisi otomatis biasanya P R N D 2 L. Namun untuk mobil matic dengan fasilitas OD dalam bentuk simbol angka “3”, pilihan pengoperasian mode transmisi otomatisnya P R N D-3 2 L.

Dalam hal ini, fungsi Tombol OD pada batang tuas pemindah gigi, digantikan dengan simbol angka “3”. Dengan kata lain saat Anda menonaktifkan overdrive dengan cara menekan Tombol OD (OD/OFF), sama halnya Anda menggeser tuas pemindah gigi pada mobil matic dari posisi D ke 3.

Penting untuk dipahami. Jangan terkecoh dengan lampu indikator OD pada panel instrumen. Ketika lampu indikator OD pada panel instrumen sedang menyala yang ditandai dengan nyala lampu indikator OD/OFF, sejatinya pada saat itu Tombol OD atau Switch OD sedang berada pada posisi ON, atau sedang aktif memberi sinyal ke TCU dan menyalurkan arus listrik ke lampu indikator OD.

Apa Fungsi OD

1. Kegunaan OD bermacam-macam. Yang pertama mencegah perpindahan gigi secara otomatis dari gigi 3 ke 4. Atau bisa diartikan juga dengan membatasi perpindahan gigi secara otomatis pada gigi 3 atau umumnya untuk rasio gigi 1 : 1.

2. Karena sifatnya membatasi perpindahan gigi secara otomatis dari gigi 3 ke 4, maka bisa difungsikan untuk menghimpun tenaga saat hendak berakselerasi atau saat mau menyalip kendaraan lain.

Perlu diperhatikan, biasanya produsen mobil matic/transmisi matic mendesain secara computerized bahwa perpindahan percepatan dari gigi 3 ke 4 pada kecepatan 60 km/jam. Pada saat jarum penunjuk kecepatan menunjuk angka 60 km/jam, biasanya akan terjadi perpindahan gigi secara otomatis dari 3 ke 4.

Dengan begitu, umumnya secara otomatis pula OD hanya bisa dinonaktifkan pada saat laju mobil matic di atas 60 km/jam. Karena sebelum masuk kecepatan 60 km/jam, posisi rasio gigi matic masih ada di gigi 3. Jadi sekalipun kita menekan Tombol OD atau menggeser tuas dari D ke 3, kalau kecepatan mobil kurang dari 60 km/jam, tidak akan terasa efeknya.

“Enjoy with your matic car”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here