Suzuki Aerio Matic Boros & Loyo

0

Masalah yang sering dikeluhkan para pemilik atau pengguna mobil bertransmisi otomatis/matic Suzuki Aerio adalah konsumsi bahan bakar (BBM) yang boros dan tarikan lemot alias loyo.

Bila kita tengok sejarahnya, Suzuki Aerio tergolong pelopor untuk kelas mobil jenis hatchback di Indonesia. Di saat Honda Jazz dan Toyota Yaris belum muncul, Suzuki Aerio paling banyak diminati.

Selain memberikan kelegaan di ruang bagasi, desain eksterior Suzuki Aerio pada era 2000 awal hingga pertengahan tergolong mewah di kelasnya.

Mengusung mesin 4 silinder segaris 16 valve tipe M15A-DOHC-VVT dengan kapasitas mesin 1.490 cc, mobil ini cukup bertenaga dan bisa lari kencang. Mesin Aerio mampu mengeluarkan tenaga maksimum hingga 110 HP (tenaga kuda) pada putaran mesin 6.000 RPM dan torsi maksimum 143 Nm pada putaran mesin 4.800 RPM.

Konsumsi BBM ideal per 1 liter untuk Aerio matic berkisar 9 km – 11 km untuk dalam kota. Saat melaju ke luar kota bisa menempuh 13 km per liter.

Bila dibandingkan dengan Honda Jazz, tenaga yang dihasilkan Suzuki Aerio lebih rendah. Tenaga maksimum mesin Jazz mencapai 118 HP pada putaran mesin 6.000 RPM, dan torsi maksimum yang dihasilkan mencapai 146 Nm pada putaran mesin 4.800 RPM. Kalau mau dibandingkan dengan Toyota Yaris, tenaga Aerio nyaris sama.

Namun dalam kenyataanya, setelah masa pemakaian lebih dari 7 tahun/8 tahun, konsumsi BBM Suzuki Aerio matic menjadi jauh lebih boros dibanding kedua pesaingnya itu. Tarikanya juga terkadang berat dan loyo.

Tidak jarang “sifat boros” Aerio matic membuat para penggunanya frustasi. Uang sudah dikeluarkan banyak. Perbaikan sudah dilakukan di banyak bengkel. Sparepart banyak dibeli. Tapi, tetap saja konsumsi BBM-nya super boros.

Faktor Penyebab

Banyak faktor penyebab Suzuki Aerio matic boros konsumsi BBM-nya. Bila dikelompokkan dalam dua golongan besar, penyebab mobil matic Aerio boros karena kinerja mesin (engine) yang tidak maksimal dan kinerja transmisi matic Aerio yang kurang bagus.

Untuk mesin, misalnya, penyebab bisa karena tidak maksimalnya sistem pembakaran. Akibatnya BBM yang masuk ke ruang bakar tidak terbakar sempurna, sebagai dampak sistem pembakaran kurang bagus.

Campuran bahan bakar cenderung kaya. Hal ini menyebabkan kinerja mesin tidak optimal. Banyak BBM yang terbuang percuma.

Karena Suzuki Aerio matic manajemen bahan bakarnya sudah diatur secara computerized, penanganan harus yang tepat. Harus oleh mekanik atau teknisi yang mengerti betul karakteristik, dan sistem manajemen bahan bakarnya. Kalau tidak paham, jangan harap bisa memperbaiki sesuai keinginan.

Bukan hanya faktor manajemen bahan bakar yang tidak tepat. Manajemen pengapian mesin yang tidak sempurna, juga bisa menjadi penyebab utama borosnya konsumsi BBM Suzuki Aerio.

Waktu pengapian yang tidak tepat bisa menjadi pemicu utamanya. Begitu juga dengan kualitas pengapian. Tanpa pengapian yang sempurna, pembakaran tidak akan sempurna.

Bagaimana dengan transmisi matic? Harus dipastikan bahwa kinerja transmisi matic benar-benar bagus. Transmisi matic sanggup menyalurkan 100 persen tenaga dari mesin ke roda.

Transmisi matic yang tidak bisa bekerja sempurna, membuat tenaga mesin terbuang percuma.

Kompleksitas masalah Suzuki Aerio matic yang boros BBM dan tenaga loyo bisa diatasi oleh teknisi ahli dan mekanik yang hebat. Bukan teknisi atau mekanik yang sekadar bisa, tapi yang benar-benar menguasai manajemen BBM, pengapian, sistem pembakaran dan mampu meningkatkan kinerja transmisi otomatis/matic Suzuki Aerio.

Enjoy… your Aerio matic.

worner AUTOMATIC
Bengkel Khusus Mobil Matic dan Transmisi Otomatis

Alamat
Jl Tegal Rotan 1A
(samping kiri Pasar Modern) Bintaro, Sektor IX, Jakarta Selatan.

HP/WA: ~ 0812 1015018 atau 0813 19272406

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here