Asal Tahu Caranya, Merawat Mobil Matic Murah

0
15

“Saya punya rencana beli mobil baru. Maunya beli yang matic. Tapi masih bingung menentukan. Anak kami tiga. Saya pengen nanti istri bisa bawa sendiri mobilnya, sambil bisa antar anak sekolah, belanja dan ikut kegiatan lain. Soalnya saya cukup sibuk kerja dan ngurus usaha kecil-kecilan, nggak mungkin kalau musti antar anak-istri ke mana-mana. Tapi saya ragu, kalau saya beli mobil matic, biaya perawatannya dengar-dengar mahal. Bagaimana solusinya?”

Anton Setiaji (38) ~ Karyawan bank swasta yang juga wirausaha, tinggal di Jakarta.

Jawab

Pilihan jenis mobil yang paling tepat untuk keluarga Anda adalah mobil dengan kapasitas 7 penumpang. Karena sekali pergi, ada 5 penumpang dari keluarga inti: Anda sendiri, istri dan tiga anak. Belum kalau orang tua/mertua yang suatu saat ingin jalan bersama. Atau mungkin pengasuh.

Ada banyak pilihan mobil dengan 7 penumpang. Hampir semua produsen mobil memproduksi mobil dengan kapasitas 7 penumpang: Toyota, Suzuki, Daihatsu, Mitsubishi, Nissan, dan banyak merek mobil Jepang, Korea Selatan, AS dan Eropa lain yang menawarkan mobil 7 penumpang. Tinggal menyesuaikan dengan selera dan isi kantong Anda. Setiap mobil yang diproduksi pasti memiliki keunggulan dan kelemahan. Tidak ada yang sempurna. Ada plus-minusnya.

Mobil dengan kelas lebih tinggi dan kapasitas mesin lebih besar, tentu lebih nyaman dengan mode pengoperasian dan fitur-fitur yang lebih oke. Model pembelian bisa dengan cara tunai maupun kredit. Suku bunga kredit bank untuk mobil baru juga sangat kompetitif.

Soal Matic, Nggak Perlu Ragu

Ada banyak produsen mobil. Tapi tidak semua memproduksi sendiri transmisi otomatis/matic untuk mobilnya. Sebagian bekerja sama dengan produsen transmisi matic.

Untuk mobil-mobil yang beredar di Indonesia, transmisi maticnya antara lain diproduksi AISIN, Jatco, ZF, Honda, Mercedes Benz, juga GM. Transmisi matic yang diproduksi perusahaan transmisi matic tersebut, ada yang kemudian dipasok ke berbagai produsen mobil.

Dengan pemahaman itu, kita sulit mengklaim transmisi matic yang ada di mobil dengan merek tertentu, lebih bagus dari merek lainnya. Karena boleh jadi unit transmisi matic yang dipakai oleh merek mobil tertentu, juga dipakai oleh merek mobil lain. Dengan kata lain unit transmisi matic yang sama dipakai oleh beberapa merek mobil dengan kelas yang sama.

Bisa jadi untuk beberapa kelas/tipe mobil matic tertentu yang diproduksi Mitsubishi, unit transmisi maticnya sama dengan yang digunakan pada mobil dengan kelas/tipe merek tertentu di Nissan. Begitu juga untuk mobil Toyota, Daihatsu, Suzuki, juga mobil-mobil Korea seperti KIA, dan Hyundai.

Yang ingin saya katakan bahwa apapun merek mobilnya, unit transmisi matic yang digunakan dari sisi kualitas semua sudah teruji. Jadi nggak usah bingung dalam menentukan pilihan transmisi maticnya. Tinggal pilih mobil dengan transmisi matic berbasis gearbox (planetary gear set/AT/Step AT), maupun yang tidak menggunakan gearbox (gearboxless) seperti Continuously Variable Transmissions (CVT).

Kalau sudah menentukan pilihan mobil dengan transmisi matic AT/CVT, langkah selanjutnya tinggal menentukan fasilitas apa yang diinginkan. Apakah mobil AT/CVT dengan fasilitas sistem perpindahan percepatan manual (manual-matic) atau standar. Tergantung dari jenis mobil, kelas dan tipenya. Biasanya semakin tinggi kelas mobil, semakin lengkap pilihan mode pengoperasiannya.

Agar Murah Merawat

Merawat mobil matic itu mudah dan murah, asal tahu caranya. Yang paling penting ketika kita punya mobil matic, perhatikan betul kondisi oli maticnya (Automatic Transmission Fluid/ATF). Oli mobil matic ibarat darah dalam tubuh kita. Kalau kualitas darah buruk, kinerja tubuh pasti terganggu. Begitu pula dengan kualitas oli.

Apalagi kalau sampai oli matic tidak mengalir ke salah satu komponen, sudah pasti komponen itu tidak akan menjalankan fungsinya dengan baik. Bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Ada yang bilang 80 persen atau 90 persen kinerja mobil matic bergantung dari oli. Saya tidak begitu sepakat dengan itu. Bagi saya untuk menghasilkan kinerja transmisi matic yang sempurna, kinerja semua komponen dalam unit transmisi matic juga harus sempurna. Masing-masing komponen punya peran vital sendiri-sendiri sesuai bidang tugasnya. Tidak ada yang lebih penting. Karena begitu ada salah satu komponen yang kinerjanya terganggu, atau gagal bekerja, kinerja unit transmisi matic juga terganggu.

Lalu seberapa penting peran oli matic? Seperti bagian atau komponen lain dalam transmisi matic, oli matic punya peran yang sangat penting. Peran oli matic tidak ubahnya seperti tukang pos. Dia bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Bila tidak ada tukang pos, atau tukang pos sedang sakit atau kondisi badannya kurang sehat, kemampuan dia untung mengirim surat akan terganggu. Bisa jadi surat tidak akan terkirim. Begitu pula oli matic dalam unit transmisi matic.

Agar mobil matic tetap berkinerja baik, jagalah selalu kualitas olinya. Perhatikan volume dan tingkat keenceran dan kekeruhan oli matic. Lebih sering mengganti oli matic, tentu lebih bagus. Tapi konsekuensinya kantong bisa bolong. Penggantian oli matic disesuaikan saja dengan rekomendasi pabrik, itu sudah cukup ideal. Dengan catatan pemakaian mobil normal. Untuk kondisi jalanan sering macat seperti di Jakarta, penggantian oli matic berdasar jarak tempuh tidak relevan. Untuk jalanan Jakarta yang macet, penggantian oli harus lebih sering. Lebih aman, interval penggantian oli separuhnya dari rekomendasi pabrik.

Misalnya produsen mobil/transmisi matic merekomendasikan penggantian oli matic tiap 40.000 km. Untuk jalanan Jakarta, akan lebih baik kalau jarak tempuh 20.000 sudah diganti. Karena lalu lintas di Jakarta sering macet. Meski mobil sering berhenti karena macet, tetap saja mesin berputar dan unit transmisi matic bekerja lebih keras karena terpaksa stop & go. Plat kopling lebih sering bergesekan. Sehingga oli matic cepat turun kualitasnya.

Cara mengganti oli matic, sederhana saja. Tidak harus selalu diflashing atau menggunakan ATF-Changer, mesin pengganti oli matic. Selain butuh biaya lebih besar, penggantian oli matic dengan flashing, terkadang hasilnya kurang optimal. Penggantian oli matic secara konvensional juga bagus.

Mudah dilakukan sendiri. Caranya tinggal membuka baut pembuangan oli di bak penampungan oli matic. Diamkan dalam jangka waktu cukup lama. Idealnya oli dikeluarkan malam hari, pagi hari baut pembuangan oli dipasang lagi dan oli matic diisikan. Minimal pengisian pertama sebanyak oli matic yang dikeluarkan. Setelah itu, nyalakan mobil. Posisikan tuas di N (netral). Tunggu mobil mencapai suhu kerja. Biarkan mobil menyala sekitar 10 – 15 menit, sampai oli matic dalam kondisi panas. Lihat volume oli matic pada batang pengukur (dipstick).

Dengan penggantian oli cara konvensional ini, memang tidak semua oli matic bisa terkuras. Masih ada sisa sekitar 0,5 liter di Torque Converter/TC (bisa lebih tergantung kapasitas TC). Tapi kalau penggantian oli lebih sering dilakukan, kualitas oli juga akan bagus dengan sendirinya. Yang pasti biaya penggantian oli jadi lebih murah. Karena bisa menghemat 70 persen dibandingkan penggantian dengan cara flashing.

Khusus mengenai biaya dan perhitungan ekonomisnya, akan saya bahas dalam artikel gratis yang lain.

“Enjoy with your matic car”

SHARE
Previous articleHati-hati “Kuras” Oli Mobil Matic
Next articleMobil Matic Tidak Responsif, Jangan Asal Vonis Maticnya
Hermas Efendi Prabowo adalah seorang penulis artikel bidang otomotif sekaligus teknisi ahli mobil matic. Spesialisasinya mendiagnosa, merawat dan memperbaiki transmisi otomatis/mobil matic AS, Eropa dan Asia (diagnostic & repair specialist). Kemampuannya dalam memahami sistem kerja tiap komponen dan antarkomponen dalam mobil matic sangat mendetail. Menguasai perawatan dan perbaikan masalah mekanis, hidrolis, kelistrikan dan sistem kendali mobil dan transmisi otomatis (computerized engine & transmission control). Berpengalaman menjadi technical advisor mobil matic. Kemampuannya menulis artikel diasah selama 14 tahun berkarier sebagai wartawan Harian KOMPAS, media cetak terbesar di Indonesia. Jenjang kompetensi jurnalisnya sebagai Wartawan Utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here