Hati-hati “Kuras” Oli Mobil Matic

0
11

Bagi Anda pengguna mobil bertransmisi otomatis atau mobil matic, barangkali sudah tidak asing dengan istilah “kuras” oli matic.

Sebelum saya lebih lanjut membahas pentingnya mengganti oli matic,
saya ingin menyampaikan bahwa istilah kuras atau menguras dalam proses penggantian oli matic, bukan pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan mekanisme kerja penggantian total oli matic.

Proses penggantian oli matic mengenal dua cara, yaitu penggantian sebagian (konvensional) melalui baut pembuangan dan penggantian total dengan cara membilas oli matic (flushing) menggunakan mesin flushing.

Dalam perkembangannya orang paham dengan istilah penggantian oli matic sebagian. Adapun untuk flushing, istilah ini cenderung tidak populer di Indonesia dan seakan digantikan dengan istilah kuras oli matic, meski dalam prosesnya berbeda sekali antara flushing dan kuras. Istilah kuras tidak ada dalam literatur. Begitu pula cara kerjanya.

Mengapa oli matic penting

Bagi transmisi matic, oli matic atau yang biasa disebut automatic transmission fluid (ATF) sangat penting karena memiliki beberapa fungsi.

Pertama, untuk menyalurkan energi hydrodynamic dalam torque converter (TC), atau dalam istilah para mekanik-awam di Indonesia disebut sebagai donut (baca: donat). Barangkali karena bentuknya yang bulat menyerupai kue donut.

Kedua, menyalurkan energi hydrostatic pada kopling dan piston servo, juga di sebagian kerja valvebody.

Ketiga, membantu menyalurkan energi cengkeram (sliding friction) pada mekanisme kerja kopling dan band.

Keempat, mengurangi efek panas dari beberapa komponen TC, kopling, gear, dan bushing.

Kelima, melumasi bantalan (bushing) dan komponen gerak lain dalam transmisi matic seperti planetary gear set, komponen pompa oli matic, dan governor pada transmisi matic model lama.

Untuk transmisi matic jenis CVT (continuously variable transmission), oli matic juga berfungsi mendukung kerja sabuk baja (steel belt) dan pulley pada saat meneruskan tenaga dan putaran mesin, sekaligus mengubah rasio percepatan.

Melihat begitu vitalnya peran oli matic dalam transmisi otomatis mobil, menjaga kualitas oli matic agar selalu dalam kondisi prima sangat diperlukan, agar mobil matic selalu berkinerja baik.

Bisa dibayangkan, tanpa kualitas oli matic yang baik, transmisi otomatis tidak mampu bekerja optimal. Transmisi matic akan cepat rusak.

Karenanya, penggantian oli matic berkala dengan baik dan benar sangat penting menjaga transmisi matic agar bisa mencapai usia pakai maksimum.

Mengenal batas usia

Seperti halnya manusia yang mengenal batas usia, oli matic juga memiliki batas usia pakai. Pada jarak tempuh tertentu, oli matic harus diganti.

Pengaruh suhu mesin membuat oli matic panas selama pemakaian, memungkinkan daya lubrikasi berkurang. Begitu pula dampak gesekan kampas kopling dan plat besi, saat clutch mengalami pergantian kerja, menjadikan warna oli matic keruh.

Oli matic juga menjadi kotor dan mengental. Kualitas oli matic yang buruk, memperpendek usia pakai transmisi matic dan mengakibatkan kerusakan serius pada transmisi matic.

Studi worner MATIC

Ada sejumlah produsen mobil atau transmisi otomatis yang mengklaim bahwa oli maticnya berkualitas bagus, bisa dipakai jangka panjang, dan nggak perlu diganti. Meski begitu, penggantian oli matic lebih sering lebih bagus bagi daya tahan transmisi matic.

Untuk transmisi matic jenis tertentu, sangat sensitif terhadap kualitas oli matic. Penurunan daya lubrikasi oli matic akan langsung berdampak mempercepat keausan komponen mekanis dan hidrolis, yang mengakibatkan rusaknys transmisi matic.

Dari studi kasus yang dilakukan worner MATIC, Bengkel Spesialis Transmisi Otomatis dan Mobil Matic di Bintaro, selatan Jakarta, transmisi mobil matic di Indonesia yang rusak pada rentang usia pakai 3 – 5 tahun sebagian besar disebabkan masalah oli.

Bisa akibat kebocoran pasca pengantian oli matic dengan cara flushing (membilas, atau yang orang awam menyebut dengan istilah menguras) yang prosesnya dilakukan dengan cara yang salah dan tidak hati-hati, sembarangan dan tidak profesional, atau akibat keterlambatan penggantian oli matic.

Dari ketiga penyebab di atas, prosentase keterlambatan penggantian oli matic lebih besar. Yang memprihatinkan, “keterlambatan” penggantian oli matic sering terjadi untuk mobil matic yang mobilitasnya di kota dan sering terjebak macet, sekalipun pemilik mengikuti interval waktu penggantian oli matic sesuai petunjuk service/buku manual.

Meski begitu, masih dari hasil studi kasus worner MATIC, kebocoran di luar pasca flushing oli matic juga terjadi. Misalnya kebocoran dari seal as roda (output shaft) pasca penggantian as roda atau perbaikan kaki-kaki yang sengaja atau tanpa sengaja melepas as roda.

Karena begitu vitalnya peran oli matic bagi kelangsungan kerja transmisi otomatis mobil, sudah selayaknya proses penggantian oli matic dan flushing dilakukan secara benar, oleh mekanik yang tepat, di bengkel khusus yang mendedikasikan pada transmisi otomatis/mobil matic, dan tidak sembarangan dalam bekerja.

Tanpa pemahaman yang baik terkait sistem kerja transmisi matic, tanpa ada kepedulian dan perhatian ekstra, penggantian oli matic/flushing berpotensi menimbulkan kerusakan serius transmisi otomatis mobil Anda.

Jangan sampai niat Anda berhemat sedikit justru menimbulkan masalah baru transmisi otomatis yang perbaikannya butuh biaya besa

SHARE
Previous articleCara Sederhana Membedakan Battery Mobil Matic Masih Bagus atau Rusak
Next articleAsal Tahu Caranya, Merawat Mobil Matic Murah
Hermas Efendi Prabowo adalah seorang penulis artikel bidang otomotif sekaligus teknisi ahli mobil matic. Spesialisasinya mendiagnosa, merawat dan memperbaiki transmisi otomatis/mobil matic AS, Eropa dan Asia (diagnostic & repair specialist). Kemampuannya dalam memahami sistem kerja tiap komponen dan antarkomponen dalam mobil matic sangat mendetail. Menguasai perawatan dan perbaikan masalah mekanis, hidrolis, kelistrikan dan sistem kendali mobil dan transmisi otomatis (computerized engine & transmission control). Berpengalaman menjadi technical advisor mobil matic. Kemampuannya menulis artikel diasah selama 14 tahun berkarier sebagai wartawan Harian KOMPAS, media cetak terbesar di Indonesia. Jenjang kompetensi jurnalisnya sebagai Wartawan Utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here