Mobil Matic Tidak Responsif, Jangan Asal Vonis Maticnya

0
15

“Mobil matic gue nggak responsif tarikannya… lemot. Kenapa ya?”

Pertanyaan itu sering diajukan para pengguna mobil bertransmisi otomatis (matic) ke saya, dalam berbagai kesempatan konsultasi langsung, via telepon maupun lewat e-mail, atau media sosial seperti BBM dan WhatsApp. Mereka membandingkan tarikan mobil maticnya, dengan mobil manual yang mereka kendarai sebelumnya. Atau membandingkan dengan mobil matic lain.

Ketika mobil matic tidak responsif, jangan terlalu cepat menyimpulkan unit transmisi matic yang bermasalah. Karena bisa jadi juga mobil matic kita tidak responsif karena sudah bawaan dari pabriknya, disesuaikan dengan karakter masing-masing mobil. Atau mungkin juga Anda yang belum tahu cara mengoperasikan berbagai mode pengoperasian atau fitur transmisi matic secara tepat.

Sebelum kita memvonis unit transmisi mobil matic kita dan sistem kendalinya bermasalah, ada baiknya tahu 5 hal di bawah ini yang memengaruhi responsif atau tidaknya tarikan mobil matic.

1. Jenis Mobil Matic

Di dunia, mobil dikelompokkan dalam berbagai jenis dan kategori/kelas. Terlepas apakah mesin mobil berbahan bakar solar (diesel) atau bensin. Antara satu negara dengan negara lainnya, membagi dalam kategori yang terkadang sama, tapi juga tak jarang berbeda.

Misalnya kategorisasi mobil oleh Euro NCAP, EPA-AS (United State Environmental Protection Agency/Badan Perlindungan Lingkungan AS). Begitu pula klasifikasi oleh Kanada, Jepang, Australia, Indonesia dan negara lainnya. Semua punya aturan main sendiri-sendiri, karena klasifikasi itu sangat terkait dengan kewajiban pajaknya.

Menariknya kategorisasi/klasifikasi mobil terus berkembang, sesuai tuntutan jaman, permintaan dan kebutuhan konsumen. Karena kita cinta dan tinggal di Indonesia, ada baiknya kalau kita mengenal lebih baik kategori mobil di Negara sendiri.

Agar mudah membedakannya, untuk kategori mobil penumpang dari bentuk, karakter dan fungsi, jenis mobil penumpang di Indonesia terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu sedan, jeep dan minibus. Di luar itu ada lagi kelompok mobil bus dan barang/niaga.

Melihat ketiga jenis mobil itu, sudah pasti masing-masing mobil punya karakter mesin yang berbeda. Mobil sedan lebih mengutamakan kenyamanan dan kecepatan. Karena itu perlu dukungan horsepower yang tinggi untuk mencapai dan menjaga kecepatan. Makin tinggi horsepower makin kencang laju mobilnya.

Mobil jeep lebih mengutamakan tenaga putar/puntir (torsi), karena karakter jeep untuk medan berat. Dia diciptakan untuk melibas jalanan rusak atau tanjakan. Makin besar torsi yang dihasilkan mesin mobil jeep, makin hebat melibas medan-medan berat.

Begitu pula dengan minibus, yang punya karakter berbeda. Dia butuh kenyamanan untuk melaju kencang, tatapi butuh tenaga besar untuk mengangkut lebih banyak orang. Gambaran sederhananya seperti itu, meski pada faktanya sekarang ketiga jenis mobil penumpang tersebut terbagi lagi dalam banyak kelas. Bahkan di antara kelas mobil sudah saling kawin silang (dipadukan), hingga terkadang tidak tampak secara jelas lagi “jenis kelaminnya”, demi menciptakan ceruk pasar yang kian tersegmentasi. Meski begitu masih bisa dilacak dari karakter dan tampilannya.

Karena karakter antarjenis mobil berbeda, sistem penggerak atau unit transmisi matic yang disematkan juga disesuaikan dengan karakter mobilnya. Begitu pula dengan teknologi atau fitur/fitur yang terdapat pada transmisi matic, juga berbeda. Kenyataan ini berpengaruh pada tingkat responsivitas mobil matic.

Mobil jeep bertransmisi matic tenaganya pasti akan lebih liar dan lebih responsif pada putaran mesin (RPM) rendah, dibanding mobil sedan atau minivan.

2. Kelas Mobil Matic

Demi memenuhi tuntutan konsumen, juga dalam rangka mengembangkan bisnis dan menciptakan ceruk pasar mobil yang lebih tersegmentasi, produsen mobil membagi jenis-jenis mobil di atas dalam berbagai kelas. Mobil sedan terbagi dalam kelas mobil kecil (small), menengah-besar, coupe, convertible juga estate.

Lalu muncul lagi kelas mobil sport seperti roadster dan supercar. Mobil jenis minivan dan jeep juga terbagi dalam berbagai kelas. Karena kebutuhan, juga berkembang pula kelas mobil mikro dan city car (mobil perkotaan). Kelas suatu mobil umumnya berbanding lurus dengan kapasitas mesin. Dengan kata lain kapasitas mesin sebagai salah satu penentu utama pembagian kelas mobil. Makin besar kapasitas mesinnya, umumnya makin tinggi kelasnya.

Karena kelas mobil bergantung kapasitas mesin, pada mobil matic, tingkat responsivitasnya juga sangat dipengaruhi oleh kelas mobilnya. Mobil matic dengan kelas lebih tinggi apakah itu mobil jenis sedan, jeep atau minibus, lebih responsif dibanding mobil dengan kelas lebih rendah dan kapasitas mobil lebih kecil.

Karena terlalu banyaknya kelas mobil pada setiap jenisnya, tak jarang membuat bingung. Orang ingin naik mobil yang berasa seperti jeep dengan ground clereance (kolong mobil) yang tinggi, tapi yang bisa secepat dan senyaman sedan. Maka lahirlah SUV (Sport Utility Vehicle). Ada juga orang butuh mobil yang bisa mengangkut banyak orang, tapi bisa secepat dan senyaman sedan. Maka lahirlah MPV (Multi Purpose Vehicle). Kawin silang itu sangat mungkin, sebagai inovasi bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen.

Transmisi matic sebagai sistem penggerak, pada dasarnya hanya memfasilitasi kebutuhan mobil dengan karakter mesin tertentu sesuai kelasnya tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan mesin mobil dengan tenaga besar, misalnya, disediakan transmisi matic yang juga mampu meyalurkan torsi yang besar. Torsi dan kecepatan putar mesin pada masing-masing kelas mobil, menentukan seberapa responsif kinerja mobil matic itu.

3. Tipe Mobil Matic

Lagi-lagi demi pengembangan bisnis dan penciptaan ceruk pasar yang lebih tersegmentasi, juga demi memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen, produsen mobil membagi kelas mobil dalam beberapa tipe. Kalau mobil sangat ditentukan kapasitas mesin, untuk tipe mobil sangat ditentukan kualitas dan pilihan interior-eksterior, serta teknologi dan fitur-fitur pendukungnya.

Semakin lengkap teknologi dan fitur-fitur yang diusung, serta semakin berkualitas material dan tema/desain eksterior, semakin tinggi tipe mobil tersebut. Dalam perkembangannya, tipe mobil yang lebih tinggi tidak hanya dipengaruhi kualitas interior-eksterior, dan pilihan teknologi dan fitur-fiturnya semata, tetapi cara pengerjaanya juga memengaruhi. Mobil dengan interior yang dikerjakan secara khusus, melalui sentuhan tangan dan hati pembuatnya, lebih mahal dibanding yang dikerjakan pabrik. Tidak ubahnya seperti batik tulis dengan batik cetak.

Begitu pula dengan pilihan materialnya. Interior mobil yang dibuat dari bahan alami yang mendukung kelestarian lingkungan, lebih mahal dari material pabrikan yang diproduksi massal dan mencemari lingkungan.

Pada mobil matic, pilihan transmisi matic yang disematkan sangat bergantung dari tipe mobilnya. Fasilitas dan mode pengoperasian yang disediakan pada unit transmisi matic, juga berbeda bergantung tipe mobilnya. Karena dalam berbagai tipe mobil matic umumnya didukung oleh mesin yang sama (satu kelas), kapasitas unit transmisi matic untuk menyalurkan torsi dan kecepatan putar juga sama. Yang berbeda hanya pilihan mode pengoperasian. Untuk mobil matic dengan tipe tertinggi, pilihan mode pengoperasian lebih lengkap. Ini berpengaruh terhadap kenyamanan mengemudi, yang disesuaikan dengan pilihan hati pengemudi.

Misalnya Honda Jazz matic Tipe RS dilengkapi pilihan mode pengoperasian manual matic (tiptronic) dan S (sport). Untuk tipe yang lebih rendah, Honda Jazz matic Tipe S, tidak ada. Begitu juga untuk tipe-tipe mobil di kelas yang berbeda, dengan produsen yang berbeda.

4. Teknologi Matic

Unit transmisi otomatis terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya AT/Step AT, CVT, DCT (Dual Clutch Transmission). Saya hanya akan fokus membahas transmisi matic AT/Step AT dan CVT.

Pada kedua transmisi matic itu terbagi dalam beberapa kelompok, disesuaikan dengan kelas mobil. Yaitu transmisi matic jenis untuk mobil kecil seperti city car, mobil berkapasitas mesin medium, dan mobil dengan kapasitas mobil besar. Untuk mobil penumpang, umumnya menggunakan jenis small dan medium.

Pembagian kelas transmisi matic bertujuan agar torsi dan kecepatan putar mesin bisa diteruskan secara optimal, dengan konsumsi BBM yang tetap efisien. Kalau mobil city car ditempelin transmisi matic kelas medium, selain bobot mobil lebih berat dan berdampak pada konsumsi BBM lebih boros, juga akan menambah biaya produksi.

Misalnya transmisi matic CVT 7 tipe JF015E khusus untuk mobil mini dan mobil kecil berpenggerak roda depan (front whell drive/FWD). Untuk tipe JF010E untuk mobil besar FWD. Ada juga transmisi matic Step AT/AT 4 percepatan untuk mobil FWD mini dan mobil dengan kapasitas mesin kurang dari 1.000 cc , misalnya JF405E. Untuk versi lebih besar ada JF613E. Transmisi matic ini 6 percepatan, untuk mobil kelas medium sampai besar berpenggerak roda depan/FWD.

Selain kapasitas atau kemampuan transmisi matic dalam menyalurkan torsi dan kecepatan putar, transmisi matic juga dikelompokkan lagi berdasar tipenya. Untuk tipe transmisi matic ini terkait erat dengan teknologi dan pilihan mode pengoperasian. Transmisi matic dengan pilihan mode pengoperasian lebih lengkap cenderung lebih mahal. Misalnya yang dilengkapi model pengoperasian S (sport), manual matic, lebih mahal dibanding yang konvensional. Pengemudi bisa memilih mode pengoperasian sesuai selera. Pengemudi yang agresif yang butuh kinerja mobil dan transmisi yang responsif, sangat dimanja tentunya.

5. Cara Mengemudi

Bagaimana cara Anda mengemudikan mobil matic, juga berpengaruh terhadap responsif tidaknya tarikan mobil Anda. Cara mengemudi mobil matic sangat bergantung pada penguasaan mode pengoperasian, fasilitas atau fitur yang disediakan.

Misalnya Anda mau mengemudikan mobil matic secara agresif, tapi pilihan mode pengoperasian terbatas, hanya P R N D 2 1/L dengan overdrive (OD), atau P R N D-3 2 1/L. Tentu kinerja mobil tidak seresponsif mobil matic yang dilengkapi pilihan mode pengoperasian S (sport). Kalaupun bisa untuk beberapa mobil matic perlu sedikit dilakukan modifikasi.

Begitu sebaliknya. Mobil matic Anda sudah dilengkapi mode pengoperasian S (sport) dan manual matic, tapi Anda selalu mengemudikan mobil matic dengan tuas di posisi D (drive). Ya terang saja agresifitasnya terbatas. Pilih mode S (sport) atau manual matic/tiptronic.

Seperti yang saya uraikan di atas, setidaknya ada 5 hal yang memengaruhi seberapa responsif tarikan mobil matic Anda. Kelima hal itu sekadar gambaran atau kondisi umum yang memengaruhi tingkat responsivitas mobil matic. Idealnya bila jenis, kelas, tipe, teknologi transmisi matic dan cara mengemudikan sama, kemampuan dan tingkat responsivitas mobil juga harus sama. Kalau tidak, pasti ada masalah dengan kinerja mesin atau transmisi maticnya. Mungkin transmisi matic mobil Anda memang sedang bermasalah. Anda bisa konsultasikan dengan saya, click CONTACT US.

SHARE
Previous articleAsal Tahu Caranya, Merawat Mobil Matic Murah
Next articleTips Membeli Mobil Matic Bekas
Hermas Efendi Prabowo adalah seorang penulis artikel bidang otomotif sekaligus teknisi ahli mobil matic. Spesialisasinya mendiagnosa, merawat dan memperbaiki transmisi otomatis/mobil matic AS, Eropa dan Asia (diagnostic & repair specialist). Kemampuannya dalam memahami sistem kerja tiap komponen dan antarkomponen dalam mobil matic sangat mendetail. Menguasai perawatan dan perbaikan masalah mekanis, hidrolis, kelistrikan dan sistem kendali mobil dan transmisi otomatis (computerized engine & transmission control). Berpengalaman menjadi technical advisor mobil matic. Kemampuannya menulis artikel diasah selama 14 tahun berkarier sebagai wartawan Harian KOMPAS, media cetak terbesar di Indonesia. Jenjang kompetensi jurnalisnya sebagai Wartawan Utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here