Penyebab Utama Kecelakaan Mobil Matic

0

Apa umumnya penyebab terjadinya kecelakaan pada mobil bertransmisi otomatis (mobil matic)? Pernahkah Anda melihat peristiwa, atau setidaknya mendengar cerita mobil matic jatuh menghunjam ke bumi dari lokasi parkir gedung bertingkat, setelah sebelumnya menabrak tembok pembatas? Atau Mobil matic mendadak berjalan mundur dan menabrak? Mungkin juga mobil matic mendadak meluncur di jalanan macet, dan ahhaaa… brak!

Mengapa hal seperti itu bisa terjadi? Siapa yang patut dipersalahkan? Produsen mobil, teknisi yang bertanggung jawab pada pemeliharaan dan perbaikan mobil matic tersebut, atau justru si pengemudinya sendiri?

Dalam artikel kali ini, saya mau menyoroti penyebab kecelakaan mobil matic dari dua aspek saja, 1). terkait kesalahan atau kelalaian si pengemudi (human error), dan 2). terkait persoalan teknis mobil matic, apakah menyangkut sistem kendali maupun persoalan mekanis atau elektris.

1. Human Error

Sangat mungkin kecelakaan saat mengendarai mobil bertransmisi otomatis terjadi karena kesalahan/kelalaian bahkan bisa karena ketidakpahaman si pengemudi saat mengendarai mobil matic. Apa penyebabnya? Setidaknya hasil analisa AT – CVT Diagnostic & Repair Specialist www.kompasmatic.com, ada 4 (empat) penyebab utama terjadinya kecelakaan mobil matic dilihat dari aspek human error:

a) Si pengemudi memang tidak tahu bagaimana cara mengemudikan mobil matic secara baik dan benar.

b) Bisa saja pengemudi hanya sekadar tahu, tetapi tidak memahami sepenuhnya pengoperasian mobil matic.

c) Juga bisa jadi, si pengemudi sudah tahu cara mengendarai mobil matic yang baik dan benar, tetapi dia lalai atau mengemudikan mobil matic dalam kondisi kesadaran tidak penuh. Bisa karena pengaruh minuman beralkohol, atau sedang punya masalah yang mengganggu konsentrasinya, pada saat mengendarai mobil matic sesaat sebelum terjadinya kecelakaan.

d). Faktor lainnya bisa karena si pengemudi dalam kondisi sadar, serta tahu dan memahami cara mengoperasikan mobil matic secara baik dan benar, tetapi memang dia belum terbiasa mengemudikan mobil matic, sehingga alam bawah sadarnya mengoperasikan secara salah.

Berbagai Contoh Human Error

Kesalahan pengemudi yang tergolong paling sering dilakukan adalah mengemudikan mobil matic “sambil lalu” dan tidak dalam kesadaran penuh. Misalnya karena kesadaran menurun, atau lagi banyak masalah, Anda mengemudikan mobil matic. Idealnya saat parkir atau berhenti untuk waktu yang cukup lama, posisi tuas transmisi di P (parkir). Sedangkan saat mobil berhenti sejenak, posisikan tuas transmisi di N (netral).

Sering kali pengemudi sulit memprediksi lamanya waktu berhenti. Ketika mobil berhenti sesaat, dia menggeser tuas ke posisi P padahal idealnya di N. (Barangkali dia berpikir mobil akan berhenti cukup lama). Tapi saat dia mau menjalankan mobil, dia tidak sadar kalau posisi tuas ada di P. Menurut aggapan dia, tuas ada di posisi N. Ketika mau menjalankan mobil lagi, dia tidak mengecek dulu posisi tuas di mana. Tetapi langsung menarik tuas satu tingkat ke belakang. Anggapannya dari posisi N ke D (drive), sehingga mobil akan segera berjalan maju.

Tapi karena kondisi tidak sadar, yang terjadi sebenarnya dia menggeser tuas dari posisi P ke R (mundur). Ketika dia menginjak pedal gas, dia tidak menyadari mobil berjalan mundur dengan cepat. Kalau kebetulan mobil parkir membelakangi tembok pinggir pembatas parkir di gedung bertingkat, sudah pasti dalam hitungan kurang dari 1 detik bagian belakang mobil menghantam tembok pembatas parkir dan mobil meluncur menghunjam bumi. Kalau peristiwa itu terjadi di jalan raya, bisa jadi bagian belakang mobil bakal menabrak mobil lain.

Atau bisa jadi kondisi berkebalikan terjadi. Saat mobil matic berhenti, pengemudi menggeser tuas ke posisi N, karena dia hendak berhenti sesaat. Dia dengan sadar melakukan itu, dan memposisikan tuas di posisi N. Namun sepersekian detik, mobil kembali jalan. Konsentrasi belum sepenuhnya pulih. Selama ini dia terbiasa menggunakan mobil dengan transmisi manual.

Saat hendak menjalankan mobil dalam situasi yang kehilangan kesadaran sesaat itu, dia mau menjalankan mobilnya maju. Karena dia terbiasa menggunakan mobil manual, secara tanpa sadar dia mendorong tuas transisi ke kiri-depan, layaknya dia memindah gigi mobil manual dari N (netral) ke gigi 1. Langsung dia tancap gas. Yang terjadi mobil akan berjalan mundur dengan cepat dan menabrak, karena pergeseran tuas transmisi tanpa sadar ke kiri-atas memosisikan tuas di R.

Kasus kecelakaan mobil matic lain, yang juga sering terjadi mobil matic menyundul kendaraan di depannya setelah berhenti sesaat di jalan raya. Kecelakaan ini terjadi biasanya karena pengemudi belum terbiasa membawa mobil matic dan sebelumnya dia sering membawa mobil manual.

Saat lalu lintas macet dan memaksa mobil stop and go (berhenti sejenak lalu jalan, begitu terus berulang kali). Terkadang pengemudi malas memindah tuas transmisi ke posisi N, karena menganggap mobil tidak akan berhenti lama lalu jalan. Dugaan dia meleset. Ternyata mobil berhenti cukup lama. Karena jenuh dan tidak dalam konsentrasi penuh, secara tidak sadar dia melepas pedal rem. Padahal saat itu posisi tuas transmisi masih di D. Sehingga tanpa disadari mobil meluncur dan menyundul kendaraan di depannya.

2. Masalah Teknis

Masalah ini terjadi pada unit transmisi matic atau pada sistem kontrolnya. Masalah kecelakaan mobil matic tidak semata menjadi domain kesalahan si pengemudi. Hasil analisa AT – CVT Diagnostic & Repair Specialist www.kompasmatic.com, masalah kecelakaan mobil matic boleh jadi karena dampak masalah mekanis, kelistrikan dan elektronik kendaraan, yang terkait dengan sistem kendali mobil matic.

a). Kesalahan Pemasangan MLP

Untuk kasus jatuhnya mobil matic dari lokasi parkir di gedung bertingkat, masalah teknis yang paling memungkinkan sebagai faktor penyebab adalah kesalahan pemasangan sensor MLP (manual lever position/posisi tuas pemindah gigi) atau neutral-start switch. Bisa saja ini terjadi, dengan catatan mobil matic tersebut baru saja diperbaiki oleh teknisi di lokasi yang sama di mana mobil matic itu jatuh, atau di lokasi terakhir mobil itu berhenti sebelum akhirnya jatuh.

Karena teknisi salah memasang sensor MLP/neutral-start switch, muncul ketidaksinkronan antara lampu indikator posisi tuas transmisi pada panel instrumen dengan posisi tuas transmisi yang sebenarnya. Misalnya saja posisi tuas transmisi manual yang sebenarnya ada di R (mundur), tetapi lampu indikator posisi tuas transmisi yang menyala D (drive/maju). Saat hendak jalan, yang dilihat pengemudi lampu indikator D di panel instrumen menyala. Tanpa pikir panjang dia langsung injak gas, padahal posisi tuas transmisi sebenarnya ada di posisi R. Maka kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

Tapi kemungkinan ini sangat kecil terjadi. Umumnya perbaikan mobil matic dilakukan di bengkel, bukan di lokasi parkir. Memang ada bengkel-bengkel yang buka di lantai tertentu di gedung bertingkat. Pada mobil matic, kesalahan pemasangan sensor MLP tidak terbaca oleh komputer, sehingga tidak bisa memberi peringatan seperti dalam lampu indikator Engine Light (Malfuction Indicator Lamp/MIL) menyala/berkedip pada panel instrumen. Solusinya pilih teknisi mobil matic yang berpengalaman untuk menangani masalah pada mobil matic Anda. Atau pilih bengkel mobil matic dengan reputasi baik, dan punya teknisi yang berpengalaman. Kalau Anda merasa kesulitan hubungi kami.

b). Pemasangan Penutup Tuas

Bisa saja pemasangan sensor MLP/neutral-start switch sudah benar. Tetapi mobil baru saja diperbaiki bagian kabinnya. Misalnya dengan membuka penutup tuas transmisi yang terdapat simbol P R N D 2 L atau simbol lainnya, lalu memasangkan kembali secara tidak benar. Karena kesalahan pemasangan ini membuat pengemudi meyesuaikan posisi tuas transmisi dengan simbol disampingnya, tidak melakukan cross check dengan melihat lampu indikatior di panel instrumen.

Kecelakaan juga bisa terjadi. Sekalipun amat sangat jarang terjadi. Bahkan itu hanya akan terjadi kalau teknisi mobil matic benar-benar ceroboh atau memang sama sekali tidak punya kompetensi.

Pengemudi menggeser tuas transmisi ke D, tapi yang terjadi sebenarnya tuas transmisi ada di posisi lain. Sehingga mobil matic berjalan tidak sesuai kemauan si pengemudi. Kecelakaan bisa dihindari kalau pengemudi saat mengendarai mobil matic dengan kesadaran penuh, sehingga saat menggeser tuas pemindah gigi dia akan mengecek pada lampu indikator di panel instrumen serta kesesuaian posisi tuas dengan simbol angka/huruf di sampingnya.

c). Bongkar Valvebody

Jangan sembarangan membongkar valvebody. Untuk beberapa jenis transmisi otomatis, pemasangan piston yang tidak tepat, atau pegas/per, ring penahan dan peluru/gotri memungkinkan transmisi otomatis gagal beroperasi. Atau, bisa transmisi otomatis beroperasi secara tidak wajar.

Hati-hati saat mengendarai mobil matic. Pastikan Anda dalam kondisi sadar dan konsentrasi untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat mengemudikan mobil matic. Apalagi buat Anda yang belum terbiasa dan sehari-harinya mengemudikan mobil manual.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here