Mitsubishi Matic Xpander… TOP!!!

0

Para penikmat mobil-mobil Mitsubishi tahu betul kualitas setiap mesin mobil yang diproduksi perusahaan berlambang tiga berlian ini.

Mitsubishi terkesan selalu serius. Bersungguh-sungguh. Tidak asal-asalan. Apalagi asal jadi dalam memproduksi mesin mobil, demi mengejar untung besar dengan mengorbankan kenyamanan dan kualitas berkendara konsumen.

Kesungguhan Mitsubishi dalam memproduksi mobil kali ini tampak dari kehadiran Xpander.

Melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Xpander resmi dipasarkan pada perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 10 – 20 Agustus 2017 di ICE, Tangerang Selatan.

Kehadiran Xpander yang masuk dalam rumpun low MPV (multi purpose vehicle) bergaya SUV (sport utility vehicle), yang dirancang untuk konsumen menengah – bawah ini, terbukti langsung mengguncang pasar mobil “sejuta umat” di Tanah Air.

Bukan semata tampilan eksterior, interior dan fitur-fitur kenyamanan/keselamatan Xpander yang memikat hati calon pembeli. Tapi juga ketangguhan mesin Xpander, produksi Mitsubishi, yang tidak perlu diragukan lagi kualitas dan performancenya.

Mitsubishi Xpander dibekali mesin dengan kode 4A91 berkapasitas 1.499 cc. Mesin dengan sistem pembakaran dalam ini bertipe 4 silinder segaris dengan dua kem (DOHC/double overhead camshaft) berteknologi MIVEC (mitsubishi innovative valve timing electronic control).

Sebuah teknologi yang diciptakan Mitsubishi untuk mengatur pasokan bahan bakar dan udara ke ruang bakar sesuai kebutuhan mesin, yang dikendalikan secara elektronik dengan dukungan kerja komputer.

Teknologi MIVEC yang disematkan pada kem Xpander memungkinkan mesin lebih irit konsumsi bahan bakar, dan distribusi tenaga lebih merata pada setiap putaran mesinnya.

Lebih lancar

Adapun 16 katup yang melayani 4 silinder terbagi 8 katup intake (lubang masuk) dan 8 katup exhaust (lubang buang).

Pada mobil dengan sistem pembakaran dalam, mengenal katup intake dan exhaust. Katup intake berfungsi memberi celah bahan bakar dan udara masuk ke ruang bakar.

Dengan model mesin 4 silinder segaris 16 katup, artinya bahwa untuk masing-masing silinder dilayani 2 katup intake dan 2 katup exhaust.

Dengan katup intake lebih dari satu memungkinkan pasokan bahan bakar dan udara ke ruang bakar lebih sempurna. Sehingga pembakaran dipastikan lebih baik.

Kehadiran dua katup intake pada tiap-tiap silinder juga memungkinkan pasokan bahan bakar dan udara lebih cepat sampai ke ruang bakar.

Bagaimana dengan dua katup exhaust pada masing-masing silinder? Makin banyak katup ekshaust pada ruang bakar memungkinkan sisa pembakaran keluar lebih cepat, dengan sedikit hambatan.

Teknonogi DOHC memungkinkan bahan bakar dan udara lebih cepat masuk ke ruang bakar, dan sisa pembakaran lebih cepat keluar dari ruang bakar.

MIVEC

MIVEC merupakan teknologi andalan Mitsubishi. Prinsip kerja MIVEC sederhana. Pada putaran mesin tertentu yang ditetapkan secara computerized, katup intake membuka lebih lebar, untuk memberi peluang masuknya bahan bakar dan udara lebih banyak ke ruang bakar.

Sehingga mesin bisa lebih bertenaga. Dengan teknologi MIVEC ini memungkankan mesin bertenaga baik pada setiap putarannya, dibanding yang non-MIVEC DOHC, maupun SOHC misalnya.

Terbukti mesin Xpander dengan rasio kompresi 10,5 : 1 ini mampu menghasilkan daya 104 PS (Pferdestarke) pada putaran mesin 6.000 RPM, dan tenaga putar maksimum 141 Nm dicapai pada 4.000 RPM. (1 PS setara 0,98 HP (horse power).

Mitsubishi bukan satu-satunya produsen mesin mobil yang menggunakan teknologi MIVEC. Produsen mesin mobil lain juga menggunakan teknologi yang mempunyai prinsip kerja yang hampir sama. Tapi dengan istilah yang berbeda-beda. Yang membedakan soal mutu barang, kualitas, dan aplikasi sistem/mekanisnya.

Bagian bawah mesin dirancang lapis dua. Lapisan atas yang menjepit crankshaft berbahan aluminium, dan lapisan bawah sebagai bak penampung olinya dari plat besi. Penggunaan material aluminium untuk mengurangi bobot mobil. Plat besi pada bak oli agar lebih kuat bila terjadi benturan.

Mesin Xpander matic berpenggerak depan (front wheel drive/FWD). Mesin berpenggerak depan punya karakter lebih spontan.

Pada mesin berpenggerak depan, diverensial (gardan) mobil menyatu dengan transmisi. Tidak perlu cairan pelumas tersendiri untuk gardan, karena kebutuhan pelumasan sudah dipenuhi langsung oleh oli transmisi. Dengan begitu hemat biaya penggantian oli gardan.

Mesin berpenggerak depan juga meminimalisir munculnya gangguan suara “khas” gardan (mendengung), yang sering banyak dijumpai pada mobil berpenggerak belakang (rear wheel drive/RWD).

Untuk Xpander matic tersedia 4 varian yaitu GLX A/T yang saat ini dijual Rp 199 juta, GLS A/T Rp 219 juta, Exceed A/T Rp 232 juta, dan Ultimate A/T Rp 246 juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here