Transmisi Matic Xpander, 4 Speed dengan Overdrive (Bagian 1)

0

Mitsubishi Xpander dilengkapi dua pilihan sistem penerus daya, yaitu transmisi otomatis dengan 4 tingkat percepatan bertipe AT dan transmisi manual 5 percepatan.

Model transmisi matic Xpander sekilas tampak dari alur tuas transmisi matic yang berpola PRND2L, dengan tombol OD/OFF (overdrive) yang terletak pada tuas transmisinya.

Alur tuas transmisi matic yang berpola PRND2L sekaligus mengonfirmasi bahwa transmisi matic tersebut memiliki 4 tingkat percepatan. L atau low mewakili gigi 1, 2 mewakili gigi 2, D dengan OD/OFF menyala mewakili gigi 3, dan D dengan OD/OFF mati mewakili gigi 4.

Adapun N (netral), R untuk mundur dan P untuk parkir. Tidak jauh dari tuas terdapat shift lock (pengunci perpindahan tuas).

Tuas yang “terkunci” di P baru bisa digeser ke R atau posisi lainnya setelah kunci kontak atau tombol Start/Stop Engine di posisi ON dan pedal rem diinjak.

Shift lock berfungsi sebagai pembuka “pengunci” tuas transmisi matic agar bisa digeser ke posisi lain, bila karena suatu hal battery mobil kehabisan daya sehingga kunci kontak atau tombol Start/Stop Engine tidak bisa ON.

Atau, ketika kita terpaksa parkir paralel. Caranya matikan mesin, lalu aktifkan shift lock dan geser tuas ke N.

Sudah tepat

Keputusan Mitsubishi menyematkan gearbox AT dengan 4 tingkat percepatan pada Xpander sudah tepat dan cukup bijaksana.

Xpander yang masuk kategori Low MPV terlalu mewah bila dibekali transmisi AT 6 tingkat percepatan, misalnya. Selain harga unit transmisi matic 6 percepatan lebih mahal dibanding 4 percepatan, biaya perawatan dan perbaikan transmisi matic 6 percepatan juga akan jauh lebih mahal.

Tentu saja ini akan membebani konsumen. Dan, Mitsubishi tampaknya tidak mau itu semua terjadi. Xpander pas dihati dan sesuai ukuran kantong pembeli. Selain tentunya transmisi AT 6 percepatan terkesan terlalu mewah untuk jenis mobil Low MPV.

Begitu pula dengan keputusan Xpander yang tidak menyematkan transmisi matic bertipe CVT (continuously variable transmission) merupakan keputusan bijaksana.

Umumnya transmisi matic CVT usia pakainya lebih singkat dibanding AT. Biaya perbaikan juga jauh lebih mahal, bisa dua atau tiga kali lipat lebih mahal dari AT.

Mobil dengan transmisi matic CVT lebih cocok untuk jalanan kota, dengan medan jalan dan beban mobil yang tidak berat. Bila sering dipakai dijalanan dengan tanjakan terjal, makin memperpendek usia CVT.

Dengan memilih transmisi AT, Mitsubishi secara tidak langsung ingin menargetkan pasar Xpander lebih luas. Tidak hanya di kota, juga ke daerah-daerah.

Meski memiliki banyak keunggulan, transmisi matic AT bukannya tidak punya “kelemahan”. Perpindahan percepatan transmisi matic tipe AT tidak semulus CVT. Saat perpindahan percepatan transmisi matic AT terasa mengayun.

Overdrive

Meski transmisi matic Xpander bertipe AT, sistem perpindahan gigi otomatis sepenuhnya dikendalikan komputer, dengan memanfaatkan berbagai komponen elektronik dan kelistrikan pada unit transmisi dan sistem pengendalinya.

Karena sepenuhnya dikendalikan komputer, perpindahan gigi otomatis baik untuk rasio lebih tinggi atau rendah, akan berlangsung lebih tepat waktu (on time) dibanding mekanis. Perpindahan gigi otomatis akan terjadi mengikuti kecepatan laju kendaraan dan beban engine.

Pada transmisi matic AT 4 percepatan, membutuhkan satu set planetary gear tambahan (overdrive) dalam internal transmisi, yang konstruksinya menyatu dengan planetary gear set yang sudah ada atau terpisah.

Umumnya transmisi matic bertipe AT menggunakan planetary gear set untuk menciptakan rasio gigi rendah hingga tinggi. Untuk satu planetary gear set hanya bisa menciptakan rasio gigi 1, 2, 3 dan mundur.

Agar tersedia rasio gigi 4, ditambahkan satu planetary gear set (overdrive). Pada satu set planetary gear, formasinya terdiri dari gigi matahari (sun gear), gigi cincin (ring gear), gigi pinion (pinion gear), dan carrier.

Apakah transmisi AT Xpander benar-benar handal, murah biaya perbaikan dan umur pakainya panjang? Mari kita buktikan bersama!

Artikel ini ditulis Hermas Efendi Prabowo, Diagnostic & Repair Specialist worner MATIC (Bengkel Spesialis Transmisi Otomatis & Mobil Matic), pengelola blog kompasmatic.com dan website poolmatik.com. Hermas 14 tahun menjadi wartawan Harian Umum KOMPAS.

SHARE
Previous articleMitsubishi Matic Xpander… TOP!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here